Last Wish Part I

Judul     : Last Wish

Author  : Chiliezz Taelliner

Cast       : Taemin Shinee as Lee Taemin

Sulli F(x) as Choi Sulli / Choi Jinri

Naeun Apink as Son Naeun

Luna F(x) as Park Luna

Jonghyun Shinee as Kim Jonghyun

Key Shinee as Key Kim

Genre   : Romance, Drama, Angst, Smut

Rating   : NC17

Summary :“kenapa aku harus menolak takdir Tuhan jika pada kenyataannya selama ini semua telah kumiliki”

“ Jangan jawab aku, jangan membantah ataupun menolak karna cintaku tak memerlukan balasan”

“bahkan aku tak tau harus berekspresi seperti apa disaat aku harus bersembunyi melihat orang yang kucintai tersenyum oleh orang yang menyakitiku”

“kau alasanku dewasa, alasanku belajar, alasanku berdiri, alasanku bangun dan tersenyum, alasanku tertawa dan hidup tapi bahkan aku bukan sekedar alas an bagimu”

“kali ini aku tak mampu memberi apapun, aku hanya mampu berdo’a untuk yang terakhir kalinya ‘cintai aku dikehidupan yang lain”

****___**** Part I ****___****

 

“oppa ireona palli..ini sudah siang kau bisa terlambat” Sulli sedikit menggoyangkan ? lengan pria yang masih tertidur pulas di didepannya.

“emm” yang dibangunkan hanya sedikit mengguman dan mengangguk tanda mengerti.

“aku sudah siapkan air hangat, baju dan sarapanmu, aku tunggu diruang makan nde..” Sulli langsung keluar dari kamar menuju ke ruang makan, sedangan Taemin pria itu pun segera bangun menuruti setiap ucapan Sulli ‘adik’nya.

Taemin sudah siap, Ia duduk meminum kopi dan mulai menggigit roti panggang buatan Sulli, matanya sedikit mengerjap, rasanya sedikit gatal, sebenarnya cukup berat, semalam tidurnya kurang nyenyak karena banyak pekerjaan yang harus Ia selesaikan.

“kau ada pemotretan hari ini??” tanyanya sambil kembali meminum sisa kopi di cangkirnya.

“nde..hanya di gangnam tak terlalu jauh”

“baguslah tak terlalu merepotkan” ucap Taemin singkat sembari mengambil tas disampingnya, “kajja” lanjutnya. Sulli hanya tersenyum mengikuti Taemin yang sudah keluar terkebih dahulu.Hanya memerlukan waktu 15menit mobil mereka sudah terparkir di sebuah gedung cukup megah di daerah Gangnam tempat Sulli melakukan pemotretan hari ini.

“kau tak mau turun dulu oppa? Ada Dongwon teman sekolahmu dulu, dia fotograferku hari ini”

“jinja?? Ini sudah siang tapi baiklah mungkin aku harus menyapanya dulu” mereka turun lalu masuk kedalam gedung besar yang merupakan department store itu, dan benar saja ada teman sekolah Taemin yang sedang menyiapkan kamera untuk pemotretan para model iklan department store tersebut. Pria hitam manis itu melambai ramah melihat Taemin menghampirinya.

“orenmaniya tuan Lee” sapa pria berbadan tagap itu pada Taemin

“ya Dongwon ah kenapa kau memanggilku seperti itu?” Dongwon hanya terkikik kecil mendengar keluhan Taemin.

“apa kabarmu Taem? Oh aku lupa kalau Sulli itu adikmu, aku tak menyangka bertemu kau disini” ucapnya sambil melirik sulli yang berdiri disamping Taemin.

“nde,,oppa mengantarku. Baiklah aku ganti baju dulu silahkan dilanjutkan” Sulli meninggalkan dua pria itu.

“kau hebat sekarang sudah menjadi fotografer” ucap Taemin sambil menepuk bahu kawan lamanya itu.

“apa yang kau katakana eh?? Kau mengejekku karena aku hanya menjadi fotografer sedangkan kau sekarang menjadi CEO brand cosmetic ternama di korea??” balas Dongwon sambil tersenyum kecut.

“aniya,,bukan itu maksudku. Bukankah kau dari dulu ingin menjadi fotografer?”

“nde..tapi sangat sulit untuk sampai disini”

“kau hebat kawan”

“ah Sulli model yang sangat berbakat, dia juga begitu terkenal apalagi dia menjadi icon brand’mu, kuharap dia bisa membimbing adikku dalam dunia modeling”

“adik?? Sejak kapan kau punya adik dongwon ahh?

“ah itu dia adikku dari Busan, sejak kecil dia tinggal bersama nenekku jadi kau belum melihatnya” Dongwon memanggil gadis cantik yang Ia sebut adiknya itu.

“annyeong aku Lee Taemin teman sekolah Dongwon” ucap taemin sambil mengulurkan tangannya

“annyeong Son Naeun imnida” Naeun menyambut jabatan tangan Taemin dan tersenyum ramah

“kau model baru??aku baru melihatmu, aku sering mengantar Sulli tapi belum pernah melihatmu?” Tanya Taemin sedikit tertarik dengan gadis didepannya ini.

“nde..aku covergirl sebelumnya, bukankah anda Tuan Lee pemilik d’Lee’s Corp.??”

“emm Taemin ini CEO muda dan kaya itu Naeun ah, oh aku harus bersiap dulu, kalian mengobrollah dulu” ucap Dongwon sembari membawa kamera kerjanya.

Taemin dan Naeun sedikit canggung, mereka hanya menatap kepergian Dongwon dan sedikit tersenyum, namun dalam hati seorang Lee Taemin ada sesuatu yang sedikit bergetar, paras gadis didepannya ini seperti aliran listrik yang menggelitik hatinya. Taemin sedikit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mencari bahan obrolan yang tepat untuk mengisi kecanggungan sebelum Ia harus pergi melanjutkan pekerjaannya. Namun tenyata naeun memulai lebih dulu, Ia menanyakan tentang brand cosmetic dan segala hal tentang dunia modeling pada Taemin, sampai berujung bertukar nomor telepon sebelum Taemin meninggalkan tempat itu untuk bekerja.

*Sulli POV*

Aku melirik jam tanganku, hari sudah mulai sore, pemotretan dan shooting CF hari ini cukup melelahkan, krystal teman kerjaku dan minho kekasihnya sudah meninggalkan gedung ini, beberapa kru juga sudah mulai pulang hanya ada beberapa yang masih tinggal. Aku menunggu Taemin oppa menjemputku, setengah jam lagi Ia pulang dari kantor dan selalu menjemputku. Meskipun sikapnya dingin tapi Ia selalu memperhatikanku, ya aku adalah sahabatnya sejak kecil, ah ani aku adalah adik angkatnya sejak eomma dan appaku meninggal 5 tahun yang lalu. Mungkin tanpa keluarga Taemin aku tak mampu bertahan hidup hingga detik ini.

“hai Sulli..kau belum pulang?”

“ah kibum shi,,nde aku menunggu oppaku”

“lee Taemin?”

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum, Ia membalas senyumku, namun kemudian Ia hanya diam berdiri disampingku, sampai 5 menit kemudian aku sedikit penasaran apa yang Ia lakukan.

“kibum shi, kau menunggu seseorang juga?”

“aniya..aku menemanimu menunggu oppa’mu” jawabnya sambil tersenyum manis padaku, aku mengangkat alisku heran.

“tak baik jika seorang gadis secantik ini berdiri sendiri di tempat rawan seperti ini, akhir ini banyak kasus kajahatan pada wanita bukan?” lanjutnya

“tapi aku menunggu oppaku, kau tak perlu khawatir, pulanglah! Terimakasih atas perhatiannya”

“aku akan menemanimu sampai oppamu datang, aku benar-benar tak tega meninggalkanmu disini sendiri”

aku hanya mengangguk pasrah, aku tahu namja satu ini cukup keras kepala karena aku telah 6 bulan bekerja dengannya. Sampai satu jam telah berlalu, tapi Taemin oppa belum juga datang, aku tak berani menghubunginya karena takut mengganggu pekerjaannya, mungkin Ia sedang sibuk hari ini dan seharusnya aku naik taksi saja tadi.

“ayo aku antar pulang, sepertinya oppamu tidak datang”

“terima kasih Kibum shi, tapi aku masih mau menunggunya sebentar lagi”

“ok..tapi kau akan ku antar pulang jika ia tak menjemputmu”

Aku hanya diam tak menjawabnya, entahlah meskipun Kibum begitu baik padaku namun aku tak mampu membalas perasaanya, berulang kali Ia menyatakan cinta padaku, aku benar-benar menyesal karena tak mampu mencintanya.

Aku melihat mobil Taemin oppa datang, aku sedikit tersenyum lega namun tidak dengan kibu, kulihat Ia sedikit muram dan tampak kecewa, ‘mianhae Kibum shi’. Namun mobil Taemin oppa melewatiku, berhenti 10 meter dari tempatku berdiri, aku melangkah hendak menghampirinya namun sesaat kemudian langkahku terhenti, Kibum menarik lenganku, aku sedikit kesal hamper berteriak namun Ia memutar bola matanya menunjuk kearah Taemin oppa. Kepalaku menoleh mengikuti tatapan Kibum, kulihat Taemin oppa keluar dari mobil tersenyum ramah pada seorang gadis berambut panjang diseberangnya, mereka terlihat begitu akrab, entah apa yang mereka bicarakan, aku melepas tangan Kibum, melanjutkan langkahku yang tertunda, mungkin taemin oppa tak melihatku tadi.

“oppa..” panggilku padanya, Ia dan Naeun ‘gadis itu’ menoleh bersamaan padaku, gadis itu tersenyum namun aku sama sekali tak menyukai senyumnya itu.

“jinri, kau belum pulang? Cepatlah pulang, aku akan mengantar Naeun dulu, sepertinya masih ada bus kerumah atau naiklah taxi”

deg..apa?? mengantar Naeun? Gadis manja itu?seketika jantungku berdetak kencang, mataku melembab sendirinya, cemburu?? Ya..aku sangat cemburu dan sakit hati saat ini. Namun aku coba tersenyum dan mengangguk, lalu kulihat Taemin oppa dan Naeun masuk kedalam mobil kemudian pergi meninggalkanku sendiri. Aku tak percaya apa yang kualami saat ini, Taemin oppa meninggalkanku dengan seorang gadis manja yang entah sejak kapan Ia kenal, dan bagaimana bisa mereka sedekat itu?? Ini pasti mimpi bukan?

Aku memegang dadaku yang terasa semakin sesak, kuhapus ujung mataku yang mulai berair dengan ujung jariku, kuambil nafas sebanyak-banyaknya dan mencoba melupakan apa yang baru saja terjadi, sampai akhirnya kulihat mobil kibum berhenti didepanku, Ia keluar membukakan pintu untukku, aku hanya diam menurut, mungkin memang aku harus membuka hati untuk orang lain meskipun sulit.

Aku tak tau harus berekspresi seperti apa saat melihat orang yang kucintai tersenyum pada orang lain, apa aku harus marah disaat bahkan Ia tak pernah memberi senyum itu padaku? Atau aku harus bahagia melihatnya sebahagia itu sedangkan hati ini bahkan terlalu hancur untuk hanya sekedar tersenyum?

*TBC

Sunny Day

Tittle : Sunny Day
Author : Chiliezz Taelliner
Cast : Choi Sulli/ Choi Jinri, Lee Taemin
Genre : Romance
Rating : T
Disclaimer : This is just song fiction of Kim Jaejoong song “Sunny Day”..This is Taelli version of my last fanfict of skydragon..

***—-***
I’ll let you go now..
I promise and try but only tears fall..
The streets are filled with images of you, it overflows..
It’s a sunny day so without knowing, I go out to the streets..
^^
Hari ini pertengahan musim semi di tanah kelahiranku, Seoul, Korea Selatan.Tempat yang kutinggalkan 6 tahun yang lalu, setelah hari itu. Aku mengintip dibalik jendela kamarku yang telah sedikit usang, memandang matahari menemani bunga-bunga mekar di taman belakang rumahku, daun bahkan rumput-rumput liar dibalik kursi kayu tua disana seakan ikut bercengkrama juga menikmati hangatnya senyum sang surya. rasanya diluar sana, di kota kelahiranku ini semua bergembira, tersenyum, indah.
Imajinasiku sedikit melayang liar, bagaikan buku kenangan yang dibuka secara teratur di otakku.Kulihat kau dan aku bersama semua hal-hal yang telah kita lewati, terus dan terus menyeruak keluar membawa sedikit perih disini, dihatiku. Kututup jendela kamarku, aku mengambil topi coklat kado ulang tahun ke 17 yang kau berikan dulu, semua barang darimu bahkan masih tersimpan rapi di lemari, foto-foto, sepatu, boneka, syal, sweater dan barang-barang kecil lainnya. Hatiku sedikit bergetar, lagi kau memenuhi otakku.
Aku merindukkan Seoul, merindukkan tempat-tempat yang biasa kukunjungi, merindukkan keluarga dan teman-teman juga merindukanmu tentunya.Kulangkahkan kakiku keluar rumah, hari ini sangat cerah dan aku ingin menikmati nostalgia yang bermain dalam memoriku. Kususuri jalan kecil ditengah taman kota yang sering kita lewati, semuanya masih sama, bahkan kedai es krim dan pepohonannya masih sama, semua masih tetap indah, seperti dirimu.
Kulihat kau berlari mendahuluiku, dan aku berteriak memakimu tapi kau hanya tertawa mengejekku yang kalah cepat darimu, aku masih berteriak tapi kau masih tak peduli sampai sebuah batu menghentikan larimu, kau terjatuh dan menangis.
“Taemin ah, kwencana??”
“hiks..sakit”
“ya..uljima..aku obati lukamu tapi diamlah”
“Jinri ah jangan sentuh lukaku, ini sakit, hiks”
“ya..kau ini namja atau yeoja oh?? Diamlah tak akan sakit, kuambil dulu plesternya”
“ehmm,,palli” aku membuka tas sekolahku, mengambil obat antiseptic dan plester luka untuk mengobati lukanya, dia sedikit meringis kesakitan saat ku obati namun setelah selesai kulihat Ia tersenyum begitu tulus dan sangat manis, berterima kasih padaku karena telah menutup lukanya.
Dasar anak cengeng, apa kau sehat saat ini? Apa kau bahagia? Apa kau masih suka menangis?? otot pipiku sedikit tertarik kesamping, sebuah lengkungan tergambar di wajahku, mungkin orang-orang akan mengira aku gila saat ini, aku melangkah lebih jauh mendekati kedai es krim yang biasa kita datangi, sang ahjuma masih sama hanya garis keriput di wajahnya sedikit bertambah, aku tersenyum miris melihatnya, namun senyum ramahnya itu menyadarkanku, betapa terharunya aku, dia masih begitu mengenalku.
“kau..bukankah kau Sulli?? Aigoo anakku..apa kau sehat?? Bagaimana kabarmu?? Lama sekali kau tak datang”
“nde..ahjuma apa kau juga baik?”
“emm..duduklah kubuatkan es krim kesukaanmu”
“gomawo” Ahjuma itu tersenyum ramah, lalu kembali kebelakang untuk membuatkan es krim untukku, tanpa bertanya dia masih sangat hafal apa rasa es krim kesukaanku ya coklat.Kutatap as krim didepanku dan lagi bayangan kami muncul kembali, Taem kau terasa disini.
“Jinri ya hari ini aku yang traktir, makanlah es krim sepuasmu, tapi cobalah rasa vanilla ya” kau menarikku duduk dibangku paling ujung kedai ini, ya ini kedai langganan kita.
“aku kan suka coklat Taemin”
“tapi vanilla juga enak, kau harus coba jinri”
“andwe aku mau rasa coklat”
“kau harus mencoba vanilla hari ini”
“sudah-sudah ini es krim kalian, coklat untuk Sulli yang cantik dan vanilla untuk Taemin yang manis” sang ahjuma menaruh es krim kami yang belum kami pesan lalu tersenyum ramah dan pergi. Aku menyeringai padanya, aku menang. kau memanyunkan bibirmu, namun tanpa kuketahui kau mulai menyendok es krim vanilla milikmu lalu menyuapkannya padaku, aku menjerit namun kau tertawa puas, akhirnya setelah bertahun-tahun aku menolak es krim vanilla hari itu aku mencicipinya secara paksa, aku marah walau sebenarnya hanya berpura-pura,aku hanya diam tak mau melihat wajahmu, kulihat kau panic dan mulai merengek meminta maaf, ya bukankah kelemahanmu adalah aku, kau tak akan tahan jika aku marah, aku masih diam menghiraukanmu namun akhirnya sebuah kecupan mendarat di pipiku dan itu membuatku memerah malu sampai akhirnya aku mengakhiri sandiwaraku. Jantungku berdetak lebih cepat saat itu namun aku belum mengerti apa artinya.
Aku mengaduk es krim didepanku, mataku sedikit memerah menahan butiran-butiran luka yang hampir keluar. Andai aku lebih cepat sadar, mungkin saat ini aku masih melihat senyumnya didepanku, tapi aku harus ikhlas, aku telah melepasnya karena semua ini tercipta dari kebodohanku sendiri
It’s been a while, how are you doing these day?
How is life this day? Your shy smile is still the same
I’m still right here but tears rise up
Again today, I get ready for a conciedence
I wait as I long for you, I long for you
^^^
Aku menyibakkan rambutku yang sedikit berantakkan terkena angin.Hatiku terasa semakin berat, sedikit kusesali langkah kakiku saat ini, aku melangkah hanya untuk menyakiti diriku sendiri, namun rinduku padamu sungguh membutakan, setiap kenangan tentangmu yang begitu keras kucoba lupakan justu ingin kulihat dan kunikmati saat ini.Andai kau disini, menggenggam tanganku lagi, tersenyum bersama lagi. Semua andai ini ku sangkal sendiri, air mata yang kubendung akhirnya mencelos keluar membuat sungai kecil dipipiku, bahkan mungkin aku sudah tak ada di benaknya. Jangan bodoh Choi Sulli.
Aku melangkah lebih jauh, kulihat dua pohon sakura diatas bukit kecil di ujung taman ini, itu pohon Sulli dan Taemin, tidak itu pohon Jinri dan Taemin, ya hanya kau yang memanggilku jinri maka seperti itu kita menamai pohon itu saat kita masih kecil. Dibawahnya kita sering bercengkrama, sejak sekolah dasar hingga saat kita mulai dewasa mengenal cinta.
“Taemin ah..aku bahagia sekali” aku memelukmu dari samping, menyandarkan kepalaku manja di bahumu yang lemah.
“wae yo?? Kau mendapat nilai bagus??”
“aniya..kau tau aku mahasiswi paling bodoh..kekeke”
“so??? Ada apa Jinri?”
“minho oppa mengajakku kencan malam tahun baru nanti”
“mwo?? Jinja??Apa kau bercanda??”
“hya..aku serius, ah sepertinya dia juga menyukaiku..hehe”
“kau menyukainya?? Minho sunbae? Kufikir kau hanya kagum padanya kerena dia bintang basket”
“tidak Taemin, sepertinya aku menyukainya, dan dia juga menyukaiku”
“oh..”
“wae kau tidak suka??”
“aniya..aku hanya takut kehilanganmu jika kau bersamanya”
“tidak akan,, aku akan tetap bersamamu bodoh”
“baiklah jika kau benar-benar menyukainya” aku tersenyum sendiri dan kulihat kau sedikit murung dan menjadi agak pendiam bahkan kau tak mau memakan es krim vanilla yang kubelikan. Aku tak tau apa arti ekspresimu saat itu, karena aku terlalu bodoh dan buta.
Jemariku menyentuh bunga sakura yang mekar saat ini, begitu cantik dengan warna alami merah muda yang menawan, bahkan jika mereka akan gugur nantinya, mereka masih sempat membari keindahan pada dunia. Mungkin kau seperti itu Taemin, kau pernah mewarnai hariku meski akhirnya kita harus terpisah.
Air mataku semakin tak tertahan, sesak didadaku semakin berat, sulit untukku bernafas seperti penghujung musim dingin, semua terasa pahit kutelan, Taemin aku menunggumu. Namun bahkan jika aku berteriak saat ini kau tak akan mendengarku.Kita terlalu dekat namun kita terlalu jauh.Sejauh cintaku yang bahkan tak berujung.
“kau semakin sibuksaja..kapan kau akan mencari wanita dan menikah??”
“kau sendiri kapan kau menikah dengan Minho?? Kau sudah cukup lama berpacaran dengannya bukan?”
“aku?? Aku belum ingin menikah, dan minho oppa juga belum mencapai cita-citanya”
“kau harus menikah lebih dulu Jinri..aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku”
“haish..kau tau soo jung menyukaimu dari dulu? Kau lamar saja dia dan menikah dengannya, biar kuurus semuanya. Kau harus menikah biar ada yang mengurusmu Taemin ah, kau sangat kacau sekarang”
“terserahmu saja Jinri”
“baiklah, akan kusiapkan semuanya, siapkan saja dirimu untuk menyatakan cinta padanya dan melamarnya nanti..ok?”
“ehmm”
Aku menutup mulutku sendiri, rasanya ingin sekali ku tarik kata-kataku saat itu, aku terlalu bodoh, aku menyakiti hatiku sendiri.Kakiku terasa lemah, kusandarkan berat tubuhku pada batang pohon sakura ‘Taemin’ ini sampai aku terduduk lemah tak berdaya disini. Sakit ini semakin terasa saat ini bahkan lebih sakit dari saat itu saat aku sadar akan segalanya, disaat keterlambatan itu terjadi.
“ku kira kau bersama Minho, kenapa kau disini?” kau duduk disampingku sambil memberi es krim coklat padaku
“ehmm..aku mencari angin” ucapku dingin, aku merasa sesak melihatmu, ya aku sadar yang kucintai adalah orang disampingku, kau Lee Taemin.
“kau sakit?? Ah kau pasti lelah mengurus resepsi pernikahanku, mianhae, gomawo”
“aku akan melakukan apapun untukmu bukan?”
“ehmm..terimakasih kau telah membawakan cinta untukku Jinri”
“kau benar-benar menyukai Soo jung sekarang?”
“ya..aku fikir aku bodoh mengabaikannya selama ini, ternyata dia sangat baik dan cantik, tentu aku mencintainya, dan semua itu karenamu Jinri”
“aku bahagia jika kau akhirnya bahagia Taem” aku mencoba tersenyum meskipun hatiku terasa hancur.
Saat itu otakku sudah tak berfungsi dengan baik, rasanya gelap dan buntu.Aku yang bahkan menyiapkan semua hal untuk pernikahannya aku sadar sahabat kecilku ini adalah orang yang sangat kucintai. Senyum bahagianya yang dulu menenangkanku saat itu justru begitu mengiris hatiku, apa yang ku ucap dengan apa yang ada dihatiku benar-benar tidak sesuai, semua rancu dan itu begitu menyiksaku.
Namun apa yang bisa kulakukan? Aku hanya akan merusak segala yang kupersiapkan sendiri jika aku mengakui perasaanku, meski sakit semua tetap kujalani, kututupi air mataku dengan senyum palsu, senyum seorang sahabat yang menantikan pernikahan karibnya. Tempat ini dihari cerah seperti ini enam tahun yang lalu kufikir kebodohanku berakhir, namun ternyata bahkan detik ini aku menangisimu lagi, membodohi diriku yang berusaha melupakanmu.
Hari pernikahan itu akhirnya tiba, aku memakai gaun peach sederhana yang kau pilihkan saat kita ke butik milik bibi soo jung calon istrimu, ku rias wajahku dengan make up tipis sebisaku, aku hanya berusaha menutupi raut perih diwajahku nanti. Kulangkahkan kakiku perlahan membawakan cincin pengikat cinta yang akan memisahkanmu denganku, kucoba tersenyum ringan, kulihat kau dan pengantin perempuanmu tersenyum penuh arti padaku, kau terlihat begitu tampan dan gagah meski aku tahu kau tetap Taemin yang rapuh,lemah dan payah. Aku berdiri di belakangmu sampai sumpah itu terucap dan aku pergi tak kuasa menyaksikan ciuman pernikahanmu berlangsung. Tidak, aku tak pergi seperti itu aku hanya turun menuju tempat tamu undangan berada.Hatiku harus tetap kuat namun sepertinya aku tak setangguh itu, ditengah acara resepsi pernikahan itu, kaki kecilku ini melangkah mendekatimu, Taemin sahabatku.Kau memelukku, tersenyum penuh bahagia.
“gomawo Jinri ah” suaranya seperti petir dihatiku, air mataku mengalir tanpa izin, sedikit menggetarkan benteng yang ku buat selama ini.
“jinri kau menangis?”
“aku menangis bahagia” bohongku, kau hanya menatapku cemas, kau begitu tahu aku berbohong, tatapanmu meredup, kau hanya mengangguk dan tersenyum lagi
“selamat atas pernikahanmu Taem,berjanjilah padaku bahagiakan Istri dan anakmu nanti,jangan pernah tinggalkan mereka apapun yang terjadi, jadilah kepala keluarga yang baik dan tangguh nde?” kau tersenyum dan hanya mengangguk tanda mengerti
“dan maaf aku belum sempat mengatakannya padamu Taem”
aku menarik nafasku dalam, kucoba menahan tangisku dan tersenyum, kau hanya mengernyitkan dahimu tak mengerti akan ucapanku. Aku kembali memelukmu, pelukan terakhir untuk sahabatku. Kudekati telingamu kubisikkan kalimat yang selama ini menyiksa batinku, kalimat terakhir salam perpisahan di hari terakhir pertemuanku denganmu. Kalimat yang kuucap sebelum aku benar-benar lari dari semua kesakitan itu.
“ maaf, selama ini aku mencintaimu sahabatku”
Aku berlari ketempat ini, mencurahkan semua isi hatiku disini, ditempat ini, dihari cerah seperti ini.Dan aku pergi meninggalkan semuanya, mencoba melupakan rasa tak semestinya ini, bahkan meninggalkan Minho dan keluargaku disini.
I have let you go now
I say it and try to deceive myself but once again, only tears fall
The sunshine is filled with your scent, it overflows
The sky is so pretty that without knowing, I go out to the streets

It’s been a while, how are you doing this day?
How is life these day? Your bright smile is still the same
I’m still right here but tears rise up
Again today, I’m waiting for you
It’s been a while, how are you doing these day?
I’m living like this – your bright face looking at me is still the same
I’m still right here and I still love you
Again today, I get ready for a coincidence
I’m waiting for you, I Love You, I Love You…
^^^

“Hari ini aku pulang dan mengenang semuanya karna aku merindukanmu Taemin ah..aku disini dan aku masih mencintaimu..”
aku terisak ditengah hari cerah ini, air mata, rindu dan cintaku ku luapkan saat ini.. semua terasa sakit. Tangisku berhenti sejenak, mataku terbelalak saat tiba-tiba Kurasakan lengan melingkar di pinggangku, aroma yang begitu kuhafal, seseorang yang memelukku saat ini menyandarkan kepalanya dibahuku membisikan kalimat yang membuatku berhenti bernafas seketika.
“akupun mencintaimu Choi Jinri”

Endtaelli

Last Wish (sumary)

Author : chiliez taelliners

Cast : Taemin and Sulli

Rating : PG 17

 

“kenapa aku harus menolak takdir Tuhan jika pada kenyataannya selama ini semua telah kumiliki”

“jangan jawab aku,jangan membantah ataupun menolak karna cintaku tak memerlukan balasan”

“bahkan q tak tau harus berekpresi seperti apa disaat q harus bersembunyi melihat orang yg kucinta tersenyum oleh orang yg menyakitiku”

“kau alasanku dewasa, alasanku belajar, alasanku berdiri, alasanku bangun dan tersenyum, alasanku tertawa dan hidup tapi bahkan q bukan sekedar alasan bagimu”

“kali ini q tak mampu memberi apapun. .q hanya mampu berdo’a untuk yg terakhir kali’y ‘cintai aku dikehidupan yg lain’. .”